Advertisement

PGRI Kota Cilegon Dorong Guru Terus Tingkatkan Kompetensi, Bahrudin: “Momentum Hari Guru untuk Bersinergi dengan Pemerintah”

CILEGON,- Cilegonselatan.com,- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon, Bahrudin, menegaskan pentingnya momentum Hari Guru Nasional sebagai ajang mempererat sinergi antara para pendidik dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian perayaan Hari Guru Nasional dan HUT ke-79 PGRI yang digelar di Cilegon, Minggu (24/11/2025).

Dalam acara yang dihadiri ribuan guru dari berbagai sekolah di Kota Cilegon itu, Bahrudin menyebut partisipasi tinggi menunjukkan soliditas dan semangat kebersamaan para pendidik.

“Yang sudah terdaftar di aplikasi ada sekitar dua ribuan guru. Tapi kalau dihitung keseluruhan yang hadir di lapangan ini bisa sampai 3.000 hingga 4.000 orang,” ujar Bahrudin.

Bahrudin menjelaskan, peringatan Hari Guru tahun ini diisi dengan beragam kegiatan seperti tari, nyanyi, hingga olahraga dan pembagian petuk antar guru sebagai simbol kebersamaan. Ia juga mengungkapkan bahwa panitia menyiapkan dana sekitar Rp60 hingga Rp100 juta untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan yang juga akan berlanjut hingga tingkat nasional.

“Kami akan mengirimkan dua bus ke tingkat nasional. Besok juga ada pertandingan pesegaraan di Anyer, dan tanggal 29 kami akan tampil di Britama Arena Jakarta Utara,” jelasnya.

Menurut Bahrudin, pelaksanaan kegiatan di tanggal 24 November dipilih agar pada tanggal 25—yakni Hari Guru Nasional—para guru dapat merayakannya bersama para siswa di sekolah masing-masing.

“Kami ingin esensi Hari Guru itu dirasakan langsung di sekolah bersama murid-murid. Jadi kebersamaan di lapangan hari ini, dan kebersamaan di sekolah besok,” tambahnya.

Tema peringatan tahun ini, kata Bahrudin, selaras dengan semangat nasional yaitu “Guru Bermutu, Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas”. Ia berharap seluruh guru terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.

“Harapan kami, guru terus berpacu dan berkompetisi dalam peningkatan kompetensi. Kami juga terus bersinergi dengan pemerintah, mendukung program-program Pak Wali Kota dalam peningkatan kualitas pendidikan di Cilegon,” tegasnya.

Di sisi lain, sejumlah guru honorer yang turut hadir juga menyampaikan harapan agar pemerintah tidak menghapus status tenaga honorer sebelum ada solusi yang menjamin kesejahteraan mereka. Salah satunya adalah guru Bahasa Inggris di SDN Simpang 3, yang telah mengabdi hampir lima tahun dan kini tengah menunggu hasil seleksi PPPK.

“Kalau honorer dihapus, tentu kecewa. Banyak teman-teman yang sudah tujuh tahun mengabdi. Kami berharap ada jalan agar semua bisa disejahterakan,” ujarnya.

Meski hanya menerima honor Rp600 ribu per bulan, ia mengaku tetap semangat mengajar dari kelas 1 hingga kelas 6 karena dedikasi terhadap dunia pendidikan.

“Tidak cukup, tapi kami tetap berjuang untuk anak-anak,” ungkapnya.

Momentum Hari Guru Nasional di Cilegon ini menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendidik tidak hanya soal perayaan, tetapi juga tentang pengakuan, peningkatan kesejahteraan, dan komitmen bersama membangun generasi emas Indonesia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *