Advertisement

Tangis Pecah di Wisuda Universitas Faletehan 2026, Pidato Resti Dwi Purti Bikin Satu Ruangan Haru

SERANG,- Cilegonselatan.com,- Suasana Wisuda Universitas Faletehan 2026 mendadak penuh haru saat perwakilan wisudawan, Resti Dwi Purti dari Fakultas Ilmu Kesehatan, menyampaikan pidato yang menyentuh hati ribuan tamu undangan, orang tua, dosen, hingga sesama wisudawan.

Bukan sekadar sambutan seremonial, pidato Resti berubah menjadi momen emosional yang membuat banyak hadirin menitikkan air mata.

Kalimat demi kalimat yang ia sampaikan terasa begitu dekat dengan perjuangan mahasiswa, terutama mereka yang harus bertahan di tengah tekanan akademik, pekerjaan, hingga kehidupan keluarga.

“Di tempat kerja kami sering menyelamatkan pasien dari kondisi kritis, tapi di kampus kami sendiri sering kritis melihat deadline,” ucap Resti disambut riuh tepuk tangan dan tawa haru para wisudawan.

Momentum wisuda yang digelar Selasa (19/5/2026) itu menjadi salah satu momen paling berkesan dalam sejarah Universitas Faletehan.

Di bawah langit cerah Kota Serang, ribuan keluarga tampak bangga menyaksikan anak-anak mereka resmi menyandang gelar sarjana, profesi, hingga pascasarjana.

Namun yang paling menyentuh adalah ketika Resti mengajak seluruh wisudawan menoleh ke belakang melihat perjuangan orang tua mereka.

“Ayah adalah cahaya saat asa mulai gelap, dan ibu adalah doa yang tidak pernah lelah melapangkan jalan,” tuturnya dengan suara bergetar.

Tak sedikit orang tua terlihat mengusap air mata saat mendengar ungkapan terima kasih tersebut. Beberapa wisudawan bahkan tampak memeluk keluarga mereka usai pidato berlangsung.

Dalam pidatonya, Resti juga menggambarkan kerasnya perjuangan mahasiswa tenaga kesehatan yang harus membagi waktu antara dinas, rumah tangga, hingga menyelesaikan skripsi dan tesis.

“Malam memakai seragam dinas, pagi memakai seragam pejuang skripsi,” katanya yang langsung disambut sorakan para wisudawan.

Pidato itu semakin kuat ketika ia menyampaikan pesan tentang arti pengabdian seorang tenaga kesehatan.

“Profesi ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi jalan pengabdian,” ujarnya. Tak hanya menyentuh, pidato Resti juga dipenuhi kalimat-kalimat inspiratif yang langsung ramai diperbincangkan para peserta wisuda.

Salah satu yang paling mendapat tepuk tangan adalah saat ia berkata:

“Negeri ini tidak kekurangan orang pintar. Maka jadilah manusia yang rendah hati, berintegritas, dan membawa cahaya bagi mereka yang sedang berada di titik tergelap hidupnya.”

Di penghujung sambutan, suasana kembali pecah ketika Resti melontarkan pantun penutup yang mengundang gelak tawa seluruh ruangan.

“Pergi ke pasar melihat sirkus, pulangnya mampir makan soto kudus. Agar silaturahmi tidak terputus, apakah ada beasiswa S2 sampai lulus?”

Pantun tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dan tawa para tamu undangan.

Wisuda Universitas Faletehan 2026 kali ini bukan hanya tentang toga dan ijazah. Lebih dari itu, momen ini menjadi simbol perjuangan, pengorbanan, serta kemenangan atas perjalanan panjang penuh air mata dan doa.

Pidato Resti Dwi Purti kini ramai diperbincangkan dan disebut sebagai salah satu pidato wisuda paling menyentuh di Banten tahun 2026.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *