Advertisement

Penjual Obat Keras Tipe G Sistem COD di Bantar Gebang Kabur Saat Didatangi Awak Media, Diduga Dibekingi Oknum

Bekasi,- Cilegonselatan.com,- Aktivitas dugaan peredaran obat keras golongan G dengan sistem cash on delivery (COD) di wilayah Bantar Gebang, Kota Bekasi, kembali menjadi sorotan. Seorang pria yang diduga sebagai penjual obat keras ilegal disebut kabur terburu-buru setelah mengetahui kedatangan awak media yang hendak melakukan konfirmasi dan wawancara di lokasi.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Raya Gebang RT003/RW001, Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Berdasarkan informasi warga sekitar, lokasi tersebut diduga kerap dijadikan tempat transaksi obat keras tipe G secara sembunyi-sembunyi dengan metode COD untuk menghindari pantauan aparat.

Menurut keterangan yang dihimpun di lapangan, sosok yang disebut-sebut mengendalikan aktivitas tersebut diduga berinisial Togar. Sementara itu, warga juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum berinisial “Iskandar” yang disebut sebagai anggota Armed dan diduga menjadi backing dalam aktivitas tersebut.

Kedatangan awak media ke lokasi awalnya bertujuan untuk meminta klarifikasi terkait dugaan maraknya peredaran obat keras ilegal di wilayah tersebut. Namun, situasi mendadak berubah ketika pihak yang diduga terlibat memilih meninggalkan lokasi dan menghindari wawancara.

Warga sekitar mengaku resah dengan aktivitas yang diduga berlangsung cukup lama itu. Mereka berharap Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam agar lingkungan mereka tidak semakin rusak akibat peredaran obat keras ilegal.

“Sudah sering ada transaksi malam hari. Banyak anak muda datang silih berganti. Kami takut lingkungan jadi makin rawan,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Obat keras golongan G sendiri diketahui merupakan jenis obat yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Jika diperjualbelikan secara bebas tanpa izin, tindakan tersebut dapat melanggar hukum dan membahayakan masyarakat, khususnya kalangan remaja.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak yang disebut dalam informasi warga terkait dugaan aktivitas tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *